POTENSI
DAN PENGEMBANGAN DESA WISATA BRAYUT PENDOWOHARJO SLEMAN KABUPATEN SLEMAN
YOGYAKARTA
TUGAS
AKHIR

Disusun
oleh:
|
Nama :
|
KUSWORO
|
|
NIM :
|
2152300619
|
|
Jurusan :
|
Bina Wisata
|
POLITEKNIK
“API” YOGYAKARTA
2018
POTENSI
DAN PENGEMBANGANDESA WISATA BRAYUT PENDOWOHARJO SLEMAN KABUPATEN SLEMAN
YOGYAKARTA
TUGAS AKHIR


Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu kewajibandalam
memperoleh derajat Ahli Madya (A.Md) Jurusan Bina Wisata di Politeknik “API”
Yogyakarta
Disusun oleh :
|
Nama :
|
KUSWORO
|
|
NIM :
|
2152300619
|
|
Jurusan :
|
Bina Wisata
|
|
|
|
POLITEKNIK “API”
YOGYAKARTA
2018
HALAMAN
PENGESAHAN
Tugas
Akhir ini telah diterima dan disetujui oleh :
Pembimbing : Dra. Rudy Pramudyanto, M.M.
Pada Tanggal : 09 Juli 2018
Dipertahankan
di hadapan Dewan Penguji Politeknik “API” Yogyakarta
Hari :
Senin
Tanggal : 20 Agustus 2018
Disahkan
Oleh :
POLITEKNIK
API YOGYAKARTA
Direktur
(Drs.
Iwan Budiherwanto, M.M.)
NIDN.
0502126602
Dewan
Penguji
Nama
Tanda
Tangan
1. Dra. Rudy Pramudyanto, M.M. ...................................
2. Drs.
Rahmat Slamet Suyoto, M.Si. ...................................
3.Dra. MC. Kusniwati, M.M. ...................................
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya
yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : KUSWORO
NIM : 2152300619
Jurusan : Bina Wisata
Judul
Ta : POTENSI DAN PENGEMBANGAN
DESA WISATA BRAYUT PENDOWOHARJO SLEMAN KABUPATEN SLEMAN
YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
Menyatakan
dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-benar merupakan
karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang
lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau hasil pemikiran saya sendiri.
Apabila dikemudian hari terbukti
atau dibuktikan Tugas Akhir ini hasil, plagiarisme, saya bersedia menerima
sanksi atas perbuatan tersebut.
Yogyakarta,............................
Saya
yang membuat pernyataan
Tanda
tangan
MOTO
“Belajar diwaktu kecil bagaikan
mengukir diatas batu dan belajar diwaktu tua bagaikan mengukir di atas air”
(Al-mafudot)
PERSEMBAHAN
Atas Nikmat dan Karunia Allah SWT Karya ini Kupersembahkan Untuk:
Ibu dan Bapak Tercinta
Ibu dan Bapak Pengasuh PP/PA Al-Hakim
Keluarga Besar Bapak Basuni
Sidia Yang Saya Tunggu
Dan
Almamater Kebangaan Jurusan Bina Wisata
POLITEKNIK “API” YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayah-Nya, Sehingga penulisan dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Sholawat
serta salam semoga tehaturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.
Penulis menyadari bahwa dalam proses
penulisan tugas akhir ini tidak akan selesai tanpa ada bantuan, bimbingan,
serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala ke3rwendahan
hati penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Drs.
Iwan Budiherwanto, M.M. Selaku Direktur Politeknik API Yogyakarta yang telah
berkenan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini.
2. Drs.
Rahmat Slamet Suyoto, M.Si selaku Ketua Jurusan Bina Wisata Politeknik API
Yogyakarta yang memberiakan bimbingan perkuliahan jurusan ini.
3. Drs.
Rudy Pramudiyanto, MM. Selaku Dosen Pembimbing dalam sususnan Tugas Akhir ini.
4. Para
Dosen Politeknik “API” Yogyakarta, Khususnya jurusan Bina Wisata.
5. Para
Staff dan Karyawan Politeknik “API” Yogyakarta, Khususnya Jurusan Bina Wisata.
6. Alosius
Sudarmadi, Amd. Selaku Ketua Desa Wisata BrayutPendowoharjo Sleman Kabupaten
Sleman Yogyakarta.
7. Para
pengelola Desa Wisata Btayut Pendowoharjo Sleman Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih
banyak terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik
yang membangun dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Yogyakarta, Agustus 2018
Penulis
Kusworo
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................... ii
PERENYATAAN KEASLIAN TULISAN ............................................................... iii
HALAMAN MOTO ...................................................................................................... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................... v
KATA PENGANTAR .................................................................................................. vi
DAFTAR ISI ............................................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................... x
BAB 1. PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
A.
Latar Belakang
Masalah ................................................................................ 1
B.
Batasan Masalah ............................................................................................ 3
C.
Perumusan
Masalah ........................................................................................ 3
D.
Tujuan
Penelitian ............................................................................................ 4
E.
Manfaat
Penelitian .......................................................................................... 4
F.
Metode
Penelitian ........................................................................................... 5
G.
Sistematik
Penulisan Laporan ......................................................................... 9
BAB II. LANDASAN TEORI .................................................................................... 11
A.
Pengertian Pariwisata
................................................................................... 11
B.
Pengertian
Wisata ......................................................................................... 14
C.
Pengertian
Wisatawan .................................................................................. 17
D.
Pengertian Desa
Wisata ................................................................................ 18
E.
Pengertian Objek
dan Daya Tarik Wisata .................................................... 21
BAB III. HASIL PEMBAHASAN ............................................................................ 23
A.
Sejarah Singkat
Desa Wisata Brayut ............................................................ 23
B.
Potensi dan Daya
Tarik Desa Wisata Brayut ............................................... 26
1.
Potensi dan Kondisi
Desa Wisata Brayut ............................................. 27
2.
Kemudahan Untuk
Menjangkau Desa Wisata Brayut .......................... 38
3.
Aktivitas
Pengunjung di Desa Wisata Brayut ....................................... 39
4.
Fasilitas Yang
Tersedia di Desa Wisata Brayut .................................... 41
C.
Upaya-Upaya yang
Dilakukan Pihak Pengelola Dalam Mengembangkan Desa Wisata Brayut 42
D.
Kendala-Kendala
Yang Dihadapi Oleh Desa Wisata Brayut ...................... 44
BAB IV. PENUTUP .................................................................................................... 46
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 46
B.
Saran ............................................................................................................. 47
C.
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 49
D.
LAMPIRAN ............................................................................................... 51
DAFTAR
GAMBAR
1. Gambar
1 Peta Pariwiasata DIY......................................................... 51
2. Gambar
2 Peta Desa Wisata Kabupaten Sleman................................ 52
3. Gambar
3 Peta Desa Wisata Brayut.................................................... 53
4. Gambar
4 Joglo Utama dan Sekretariat DesaWisata Brayut.............. 54
5. Gambar
5 Pintu Masuk Desa Wisata Brayut...................................... 54
6. Gambar
6 Kegiatan persiapan ke sawah............................................. 55
7. Gambar
7 kegiatan di sekitar pematang sawah................................... 55
8. Gambar
8 kegiatan membajak sawah dengan kerbau......................... 56
9. Gambar
9 latian tarian tradisional....................................................... 56
10. Gambar
10 kegiatan menanam padi.................................................... 57
11. Gamabar11
Armada kereta Andong Desa Wisata Brayut.................. 58
12. Gambar
12 kegiatan mandi di sungai.................................................. 58
13. Gambar
13 Mencari Ikan di Sungai.................................................... 59
14. Gamabar14
Alat permainan dakon..................................................... 59
15. Gambar
15 Logo Desa Wisata Brayut................................................ 59
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Indonesia adalah
negara salah satu negara berkembang yang mamanfaatkan peran disektor jasa dan
industri pariwisata. Karena Indonesia mempunyai banyak potensi wisata yang
sangat baik seperti kekayaan alam yang melimpah, keaneka ragaman budaya
sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun
mancanegara. Oleh karena itu pemerintah berusaha menggali potensi tersebut
menjadi sumber daya tarik dan sumber devisa bagi Indonesia. Sekarang ini sektor
jasa dan industri pariwisata telah dicangkan sebagai salah satu sumber andalan
pendapatan asli daerah.
Pembangunan
kepariwisataan mempunyai peran besar dalam hal sumber devisa negara. Di samping
itu pengembagan pariwisata juga merupakan sektor andalan dan berpotensi untuk
meningkatkan devisa negara menunjang dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,
meningkatkan pendapatan daerah, memperluas lapangan pekerjaan, memberdayakan
perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dari tahun ketahun
dunia pariwisata semakin berkembang dalm segala aspek ekonomi, sosial, budaya,
dan pendidikan. Demi kemajuan perkembangan ini
perlu suatu penanganan, promosi dan pemasaran yang lebih banyak atau lebih
luas kepada masyarakat umum. Di dalam upaya pengembangan pariwisata ini,
dijalankan dengan tetap memelihara kelestarian dan meningkatkan mutu lingkungan
hidup serta nilai-nilai
suatu bangsa untuk mempertinggi derajat kemanusiaan dan niali kesusilaan
sehingga dapat memperkokoh jati diri bangsa.
Untuk menunjang
keberhsilan dan pengembangan daerah tujuan wisata, peran departemen pariwisata
dan kebudayaaan sangatlah penting, dengan adanya pengelolaan yang baik
diharapkan adanya peningkatan dari segi fisik dan manajemen dalam rangka
menarik minat wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
Sedangkan bagi masyarakat disekitar objek wisata mempunyai pengaruh positif
yang mungkin timbul dari pengembangan ini adalah perluasan kesempatan kerja dan
meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang membuat
pelaku wisata berusaha menyediakan sarana dan prasarana yang vital dalam dunia
pariwisata dan apabila perdagangan dunia pariwisata berjalan dengan baik, maka
investasi dapat berjalan dengan baik.
Salah satu potensi
wisata yang di miliki Kabupaten Sleman adalah dengan mengandalkan pada potensi
alam dan budaya masyarakat. Seperti desa wisata brayut objek wisata yang
mengandalkan hasil bumi sebagai daya tarik objek tersebut. Objek ini adalah
Desa Wisata Brayut Pendowoharjo Sleman Kabupaten Sleman sebagai salah satu desa
wisata yang memiliki Budaya Dan Pertanian sehingga dapat di jadikan sebagai
salah satu tujuan wisata, namun sejauh ini potensi pariwisata di desa ini belum
sepenuhnya dimanfaatkan untuk peningkatan terhadap yang lebih baik. Karena
masih terdapat faktor penghambat perkembangan desa wisata di sleman. Sebagai
tolak ukur perkembangan pariwisata adalah pertumbuhan jumlah kunjungan
wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Desa Wisata Brayut
merupakan salah satu dari 39 desa wisata yang berbeda di daerah sleman dan
objek ini cukup terkenal di daerah sleman. Inilah salah satu potensi wisata
yang ada di Kabupaten Sleman yang akan penulis paparkan yaitu “Potensi Dan Pengembangan Desa Wisata
Brayut Pendowoharjo Sleman Kabupaten Sleman Yogyakarta”.
B. Batasan
Masalah
Mengingat banyak
perkembangan pariwisata yang berada di Kabupaten Sleman ini, maka perlu adanya
batasan-batasan
masalah yang jelas mengenai apa yang dibuat dan diselesaikan dalam program ini
untuk mendapatkan data-data
yang jelas.
C. Perumusan
Masalah
Secara garis besar
laporan ini merangkum permasalahan seputar potensi dan pengembangan.
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang ada yaitu:
1.
Apa
saja yang dimiliki oleh Desa Wisata Brayut?
2.
Bagaimana
upaya-upaya
yang dilakukan dalam mengembangkan Desa Wisata Brayut untuk menarik minat
wisatawan?
3.
Kendala-kendala yang apa saja yang dihadapi dalam mengembangkan Desa Wisata
Brayut dan bagaimana cara mengatasinya?
D. Tujuan
Penelitian
Laporan merupakan
hasil dari penelitian yang telah dilakukan penulis pada objek desa wisata
brayut, yang diteliti adalah:
1.
Untuk
mengetahui dan mengenal potensi yang ada di Desa Wisata Brayut sebagai aset
wisata dan sumber pendapatan daerah maupun masyarakat setempat.
2.
Untuk
mengetahui upaya-upaya
yang akan dilakukan dalam mengembangkan Desa Wisata Brayut.
3.
Untuk
mengetahui kendala dan cara mengatasi kendala tersebut dalam mengembangkan Desa
Wisata Brayut.
E. Manfaat
Penelitian
Penulisan laporan
ini diharapkan nantinya akan dapat memberikan manfaat secara akademis maupun
praktis kepada penulis dan membaca pada umumnya. Adapun manfaat yang dapat
diperoleh penulis maupun pembaca dari laporan penelitian ini adalah:
1.
Manfaat
Praktis
Hasil penelitian
ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia
kepariwisataan Indonesia pada umumnya dan semua pihak baik secara langsung
maupun tidak langsung yang mempunyai kaitan dengan penelitian objek wisata.
2.
Manfaat
Umum
Diharapkan hasil
penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan semua masyarakat pada
umumnya, sehingga nantinya dapat menghasilakan hal-hal yang baru dan berguna bagi perkembangan kepariwisatawan yang
akhirnya dapat menambahkan pendapatan devisa negara.
3. Manfaat Khusus
Penulis mengetahui
dan mencoba penulis secara langsung teori yang telah diperoleh dari bangku
perkuliahan sesuai dengan keadan yang sebenarnya. Sehingga data-data yang diperoleh dari penelitian tersebut dapat disusun sebagai
laporan Tugas Akhir guna memenuhi persaratan memperoleh gelar Ahli Madya di
Politeknik API Yogyakarta.
F. Metode
Penelitian
Laporan ini
ditulis dengan metode deskriptif yaitu menggambarklan hasil objek yang diamati
secara jelas dan terperinci. Sehingga keseluruhan isi dari laporan ini
merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan secara objektif dan sistematis
dengan cara mengamati, mempelajari, menyeleksi dan mengumpulkan data-data dilapangan sehingga diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang kemudian diidentifikasi dan dijabarkan menjadi
sekumpulan informasi yang tersaji dalam sebuah bentuk laporan.
1. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini menjelaskan tentang potensi dan
pengembangan Desa Wisata Brayut Pendowoharjo Sleman
Kabupaten Sleman Yogyakarta dan dengan mengamati objeksecara langsung, memperhatikan data-data yang ada dari buku-buku pendukung materi penelitian. Penelitian
ini menggunakan metode survei yaitu data diperoleh dari lapangan melalui
paraktek kerja lapangan di Dinas Pariwisata Sleman dan terjun langsung di
objek selama Satu minggu sehingga dapat
berinteraksi pada pokok permasalahan yang sedang dibahas.
2. Sumber Data
Jenis
data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang bersumber
pada:
a. Data Primer
Data-data yang diperoleh berasal dari sumbernya
yang berkaitan erat dengan masalah yang dibahas melalui pengamatan secara
langsung. Contohnya: pengelolaan
Desa Wisata dan Pertanian.
b. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber data melainkan
dari buku-buku
yang melengkapi dan mendukung data primer. Contohnya: Studi Pustaka dengan cara
mengenali teori-teori
yang dikaitkan dengan masalah-masalah
yang dibahas.
3. Waktu Penelitiuan dan Lokasi
Sesuai dengan
jadwal yang telah diberikan, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Aplil – 30 Juni 2018 dengan objek penelitian
Desa Wisata Brayut Pendowoharjo Ngaglik Sleman Yogyakartya.
4. Teknik Pengumpulan Data
Data yang
diperoleh dari penulis dalam menulis laporan ini menggunakan teknik:
a. Observasi
Observasi adalah
metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara teliti (S. Nasution,
2013:113).
Teknik observasi
ini dilakukan dengan cara mengamati dan mengunjungi langsung Desa Wisata Brayut
Pendowoharjo Sleman, Kabupaten Sleman yang dikenal sebagai desa wisata
budaya dan pertanian. Sehinga secara langsung penulis dapat melakukan
pengamatan pada objek penelitian dan penulis dapat menemukan masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata. Dengan izin
yang diberikan ODTW Dinas Pariwisata untuk melakukan obserfasi langsung di Desa
Wiasata, memudahkan proses pembelajaran atas objek penelitian dengan jalan
mencatat semua aspek-aspek
fenomena dan kejadian-kejadian
yang ada di objek secara sistematis
sehingga diperoleh data yang akurat dilengkapi dengan dokumentasi.
b. Studi Dokumen
Dokumentasi adalah
mencari data mengenai hal-hal
atau variabel yang berupa catatan, buku, surat kabar, majalah, notulen, agenda
dan sebainya. (Suharsimi Arikunto, 2006: 231)
Atas seizin Dinas
Pariwisata bagian Objek Daerah Tujuan Wisata dan Pihak Pengelola Desa Wisata
Brayut, Penulis mempelajari, mengumpulkan serta membuat copy data yang
berkaitan dengan penelitian sehingga mempermudah penulis dalam penyusunan
laporan. Sehingga sejarah berdirinya desa wisata budaya dan pertanian.
c. Wawancara
Wawancara adalah
suatu bentuk komunikasi verbal jadi semacam percakapan yang bertujuan
memperoleh informasi (S. Nasution,2013: 113)
Merupakan teknik
pengumpulan data dengan jalan wawancaradan diskusi langsung dengan Bapak Alusi Sudarmadi Selaku pihak Pengelola Desa Wisata
Brayut Pendowoharjo Sleman, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Teknik
Wawancara ini mengunakan interview/
pertanyaan yang diajukan kepada responden, dan jawaban dari responden kemudian
dicatat.
d. Studi Pustaka
Data yang diperoleh melalui buku-buku yang diperlukan dan juga peneliti membaca buku yang telah ada
dan menyeleksi dari berbagai buku panduan yang berkaitan dengan objek
penelitian kedalam laporan.
5. Teknis Analisis
Setelah data
selesai dikumpulkan kemudian menganalisanya. Pada tahap ini data dikerjakan dan
dimanfaatkan atau menjawab persoalan yang diajukan dalam rumusan masalah
analisis yang digunakan adalah diskriptif
kualitatif. Diskriptif kualitatif adalah menguraikan keadaan dan gejala
yang telah terjadi dari permasalahan didalam penelitian,dengan cara menguraikan
kata dan kalimat sehingga menghasilakan inmformasi yang jelas tentang gejala yang diamati. Tujuan dari penelitian
deskriptif adalah membuat diskripsi, gambaran atau tulisan secara sistematis,
faktual dan akuarat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat
serta hubungan antar venomena yang diselidiki (Moh. Nazir. 1988. 63).
Berdasarkan
pengertian tersebut, penelitian ini disajiakan dalam bentuk uraian terbatas
mengenai Desa Wisata Brayut Pendowoharjo Ngaglik Kabupaten Sleman dengan
merekontruksi kesan-kesan
dari hasil wawancara, observasi dan penggunaan bahan dokumen, penyajian ini
ditunjukan untuk memberi gambaran tentan daya tarik
Desa wisata Brayut dengan merangkai fakta-fakta dari data yang diperoleh sehingga mampu menunjukan
kebenarannya.
G. Sistematika
Penulisan Laporan
Laporan Tuagas
Akhir ini terdiri dari empat bab yang mana dalam setiap bab terdiri dari
beberapa sub bab beserta penjelasannya ada pun bab-bab tersebut adalah sebagai berikut:
Bab pertama
merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, perumusan maslah,
tujuan penulisan dan manfaat yang dapat dioperoleh daripenulisan laporan.
Bab kedua
merupakan kajian pusataka, metode penelitian dan sistematika penulisan laporan.
Bab ketiga
Merupakan hasil penelitian beserta pembahasnya yang meliputi profil Desa Wisata
Brayut yang menerangkan sejarah berdirinya, dan potensi data tarik objek
wisata, kendala-kendala
yang dihadapi dan upaya-upaya
yang dilakukan dalam pengembangan objek wisata.
Bab keempat
merupakan bab terakahir yang berupa penutup yang berisi tentang uraian
kesimpulan dan saran yang bermanfaat bagi perkembangan objek Desa Wisata Brayut Pendowoharjo Sleman Kabupaten Sleman
Yogyakarta.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Pariwisata
Kata “ Pariwisata”
sesungguhnya baru populer di Indonesia setelah diselenggarakan Musyawarah
Nasional Tourisem Ke-2 di Tretes, Jawa Timur, pada tanggal 12 s/d 14 juni 1958.
Sebelumnya sebagai ganti kata “pariwisata” konon untuk pertama kali digunakan
oleh mendiang presiden Soekarno dalam suatu percakapan sebagai padanan dari
istilah asing tourism.
Pariwisata berasal
dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata yaitu “pari” dan
“wisata”. Pari berarti berulang-ulang
sedangkan wisata berarti perjalanan atau berpergian. Jadi pariwisata berarti
peranan yang dilakukan secara berulang-ulang atau berkali-
berkali. Orang yang melakukan perjalanan disebut treveler, sedangkan orang yang melakukan perjalanan disebut tourist (Musannef.1995.8).
Pariwisata secara
luas yaitu perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek
ketujuan ketujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan
kegiatan kegiatan mereka selama tinggal di tempat tempat tujuan itu.
Pariwisata secara
umum yaitu suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh beberapa orang atau
individu, dengan maksud untuk mendapatkan hiburan setelah melakukan kegiatan
rutinitasnya. Biasnya dilakukan pada saat liburan atau waktu senggamg dan
bersifat sementara.
Sebagai
pembanding, berikut ini ada beberapa beberapa pendapat mengenai pariwisata
antara lain:
1. Menurut Kodyat (2011 : 68)
Pariwisata adalah
perjalanan suatu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan
perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian
dan kebahagiaan dengan lingkungan dalam dimensi sosial, Budaya, Alam dan Ilmu.
2. Menurut Norval (1966:15)
Pariwisata adlah kegiatan yang berhubungan dengan masuk, tinggal,
dan bergeraknya pendududk asing di dalam atau di luar suatu negara atau
wilayah.
3. Menurut Burkat dan Medlik (1981: 15)
Pariwisata sebagai
suatu transformasi orang untuk sementaradan dalam waktu jangka pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat dimana biasanya mereka hidup dan bekerja, dan
kegiatan-kegiatan
mereka selama tinggal ditempat tujuan-tujuan itu.
4. Menurut Musanef (1995: 13) Pengertian pariwista mengandung 4
unsur yaitu:
a. Unsur manusia
(Wisatawan)
b. Unsur Kegiatan
(Perjalanan)
c. Unsur Motivasi
(Menikmati)
d. Unsur Sasaran
(Objek dan daya tarik wisata)
e. Unsur Usaha
5.Menurut James, J.Spillane (1987:31)
Pariwisata tidak
hanya dipelajari dari segi motivasi dan tujuan perjalanan saja tetapi juga
dapat dilaihat berbagai bentuk bentuk
perjalanan wisata yang dilakukan, lamanya perjalan serta pengaruh ekonomi
akibat adanya perjalan tersebut.
6. Menurut Wahab (1989: 26)
Pariwisata adalah
salah suatu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi
yang cepatdalm penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, setandar
hidup serta menstimulasi sektor-sektur
produktivitas lainya. Sebgai sektor yamg kompleks, pariwisata juga meliputi
industri-industri
klasik seperti kerajinan tangan, dan cendra mata, penginapan, transportrasi,
secara ekonomi juga dipandang sebagai industri.
Dari pendapat di
atas dapat dirumuskan bahwa perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau
sekelompok orang yang bukan merupakan tempat tinggalnya bersifat sementara atau
secara singkat untuk menikmati segala sesuatu yang terdapat di objek tujuan dan
bukan untuk mencari nafkah. Artinya pariwisata adalah kegiatan diluar kegiatan
rutin sehari sehari seperti bekerja atau sejenisnya.
B. Pengertian
Wisata
Wisata dalam
bahasa sehari sehari kita berarti jalan-jalan dan dari sudut perusahan perjalanan wisata diartikan sebagai
bentuk perjalanan yang direncanakan dan disusun oleh perusahaaan perjalanan
dengan fasilitas fasilitas pendukung dan waktu yang seefisien mungkin demi
kepuasan wisatawan.
1. Menurut Hornby (1986:27)
Wisata adalah sebuah perjalanan dimana seseorang dalam
perjalanannya singgah sementara di bebebrapa tempat dan akhirnya kembali lagi
ke tempat asal dimana ia memulai perjalanan.
2. Micintos (1980: 52)
Pada hakikatnya
motif orang untuk mengadakan perjalan wisata itu tidak terbatas dan tidak dapat
dibatasi . Oleh sebab itu mengkasifikasikan motif- motif wisata dapat diduga dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
a. Motif Fisik
Yaitu motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhan badani, seperti olah raga,
istirahat, dan kesehatan dan sebagainya.
b. Motif Budaya
Yang bersifat budaya itu
adalah motif wisatawan bukan atraksinya. Maksudnya wisatawan dengan motif
budaya datang ketempat tujuan wisata untuk mempelajari atau sekedar mengenal
dan memahami tatacara dan kebudayaan bangsa atau daerah tertentu seperti kebiasaannya,
kehidupan sehari-seharinya
berupa bangunan, tarian dan lain sebagainya. Sedangkan atraksinya dapat berupa
pemandangan alam, flora dan fauna.
c. Motif Interpersonal
Motif ini berhubungan
dengan keinginan untuk bertemu, berjumpa atau hanya sekedar dapat melihat tokoh-tokoh terkenal seperti tokoh-tokoh politik., penari dan sebagainya.
d. Motif Status dan Motif Prestise
Banyak yang orang beranggapan bahwa orang pernah
mengunjungin tempat-tempat
lain itu cengan sendirinya melebihi sesamanya yang tidak pernah berpergian.
Jadi orang yang sudah pernah berkunjung ke daerah daerah lain merasaa dengan
sendirinya naik gengsinya dan naik setatusnya.
Pada dasarnya perjalanan
wisata dapat dilihat dari lamanya mengadakan perjalan, jarak yang ditempuh dan
transportrasi yang digunakan,organisasi dan sebagainya, perjalanan wisata
tersebut dapat diklasifikasikan kedalam bentuk bentuk wisata seperti:
1).Wisata Mancanegara dan Wisata Domestik
Wisatawan
mancanegara adalah wisatawan yang berasal dari negara tertentu dan melakukan
perjalanan ke negara tujuan yang bukan negaranya sendiri. Sedangkan wisatawan
domestik yaitu wisatawan yang melakukan perjalanan hanya di dalam negrinya
sendiri.
2). Wisatawan Reseptif (Pasif) dan Wisatawan Aktif
Wisata Reseptif
yaitu wisatawan mancanegara yang datang kenegara tujuan tentunya akan
menghasilkan pemasukan devisa untuk negara yang bersangkutan disebut juga
sebagai inbound tourism. Sebaliknya
wisata aktif yaitu perjalanan warga setempat keluar negri disebut juga outbound tourism.
3).Wisata Kecil dan Wisata Besar
Wisata Kecil ialah
wisata singkat dengan waktu beberapa hari saja. Contohnya wiasata akhir pekan
(weekend tourism). Sedangkan wisata Besar yitu wisata dengan waktu relatif lama
hingga sampai berminggu minggu, berbulan bulan dan bertahun tahun.
4).Wiasata Individu Dan Wisata Organisasir
Wiasata individu
yaitu wisata yang segala sesuatunya dilakukan dan diatur oleh dirinya sendiri.
Sedangkan wisata organisasi yaitu wisata yang dalam perjalanannya menyerahkan
segala sesuatunya untuk diatur dan direncanakan oleh perjalanan.
Dari pengertian
diatas dapat disimpulkan bahwa wisata adalah sebuah perjalanan yang sudah
direncanakan dan disusun dengan rencana dan waktu seefisien mungkin.
C. Pengertian
Wisatawan
Dalam Intruksi
Presiden RI No.9 Tahun 1969 tertulis di Bab I pasal I bahwa wisatawan (tourist)
adalah setiap orang yang berpergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung
ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungan itu.
Wisatawan adalah
seseorang yang melakukan perjalanan untuk sementara waktu, tidak kurang selama
24 jam, dan ia semata mata sebagai konsumen bukan mencari nafkah atau bekerja
tetap ditempat yang ia kunjungi.
Menurut Gamal
Suantoro (1997 : 4 ), Wisatawan dengan maksud perjalanan wisata dapat digolongkan
menjadi :
1.
Pesiar
(leasure)
Maksud perjalanan
yaitu untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi, keagamaan,dan
olahraga.
2.
Hubungan
dagang
Maksud
perjalanannya ntuk sebuah konfrensi, misi, handai taulan, dan sebagainya.
Menurut jenisnya wisatawan dibangi menjadi dua :
a.
Wisatawan
mancanegara
Adalah seorang
yang melakuakan perjalanan untuk mengetahuai dan melihat sesuatu yang lain
diluar negara tempat tinggalnya yang bersifat sementara dantujuan untuk
mendapatkan hiburan (Musanef.1995.15).
Wisatawan tersebut pada dasarnya meliputi:
1).
Orang
orang melakukan perjalanan untuk bersenang-senang, keperluan pribadi, untuk kesehatan dan sebagainya.
2).
Orang-orang yang melakukan perjalanan untuk menghadiri musyawarah,
pertemuan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan badan atau organisasi.
3).
Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan dengan maksud dan tujuan
bersma (Musanef.1994.14).
b.
Wisatawan Nusantara atau Domestik
Yaitu suatu
perjalanan wisata yang bersifat sementara yang dilakukan didalam negri sendiri antar
luar daerah di Indonesia denga lama perjalanan minimal 24 jam
(Musanef.1994.16).
D. Pengertian
Desa Wisata
Desa Wisata
merupakan derah belakang yaitu pemukiman asli penduduk, disini pengunjung
diharapkan mendapatkan pengalaman yang otentik (H.Marpaung,2002:88).
Dengan
memperhatikan bahwa setiap desa mempunyai karakter yang berbeda, perbedaan itu
biasanya terletak pada sifat atraksinyang ada serta tataletak pada sifat
batraksi yang ada serta tataletak kehidupan sosial budaya masyarakat, maka yang
dimaksud Desa Wisata adalah:
1.
Desa Wisata adalah suatu wilayah
pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian
pedesaan, baik dari segi kehidupan sosial budaya, adat istiadat keseharian,
arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa serta mempunyai potensi untuk
dikembalikan berbagai komponen kepariwisatawan. Misalnya atraksi, makan minum,
cendara mata dan kebutuhanwisata lainya (Studi Pengembangan Desa Wisata di
Bali, 1994).
2.
Desa Wisata adalah suatu wilayah
pedesaan yang dapat dimanfaatkan berdasarkan kemampuan unsur unsur yang
memiliki produk wisata secara terpadu dimana desa tersebut menawarkan secara
keseluruhan suasana yang memiliki temadengan mencerminkan keaslian pedesaan,
baik dari tatanan segi kehidupan sosial budaya dan ekonomi, serta adat istiadat
keseharian yang memiliki ciri khas arsitektur dan tataruang desa, menjadi suatu
rangkaian aktivitas pariwisata. (Dirjen Pariwisata, 1999).
Untuk menentukan
atau mendapatkan kriteria Desa Wisata dilakukan pendekatan berdasarkan karakteristik
masing-masing
desa dengan tujuan dapat melihat desa sebagai suatu bentuk lapis-lapis baik fisik maupun non fisik yang hidup dalam proses. Oleh
karena itu dengan karkateristik masing masing desa dapat membentuk suatu
kesatuan yang utuh sebagai ciri kahas Desa Wisata tersebut.
Adapu
karakteristik Desa Wisata dapat dikelompokan sebagai berikut:
a.
Desa
dengan Lingkungan Alam
Yang dimaksud
disini adalah desa yang karena letaknya berada dalam lingkungan alam yang
menjadi atarksi alam, misalnya: pemandangan alam daidalamnya termasuk lembah,
gunung, sungai dan sebagainya, juga termasuk didalmnya flora dan faunanya.
b.
Desa
dengan Kehidupan Ekonomi / Mata Pencaharian
Maksudnya yaitu
desa yang dalam kehidupan seharinya masyarakatnya sangat tergantung dari aktivitas
pola matapencaharian yang dilakukan sebagai besar masyarakat desa, seperti:
pertanian, nelayan, kerajianan dan sebagainya.
c.
Desa
dengan Kehidupan Adat/ Seni Budaya
Yaitu desa yang
kehidupan masyarakatnya sangat kental dalam tata cara adat. Maksudnya
masyarakat sangat taat terhadap kepercayaan yang tumbuh dan diwariskan oleh
leluhur mereka sejak ratusan tahun lalu. Dan tata cara adat ini biasnya melekat
menjadi budaya masyarkat setempat yang dapat bentuk upacara adat dengan tradisi
seni dan sebagainya.
d.
Desa
dengan Bangunan Tradisional
Yaitu desa dengan
bangunan/rumah penduduk yang mempunyai bentuk yang unik, baik bentuk interior
maupun eksteriornya yang dibuat dengan skala, gaya, konstruksi, material, warna
dan dekorasi yang merupakan warisan turun-temurun yang tidak terdapat di tempat/daerah lain (Renstra
Pembangunan Desa Wisata.2006).
E. Pengertian
Objek dan Daya Tarik Wisata
Sebagai kota yang
menjadi daerah tujuan wisata maka kota pariwisata, harus memiliki objek. Objek
pariwisata merupakan perwujudan dari ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya
serta sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik
untuk dikunjungi wisatawan (PP No.24 Th. 1979).
1.
Dalam UU No. 10 Tahun 2009 Tentang
Kepariwisataan disebutkan bahwa potensi daya tarik wiasata adalah segala
sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman
kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau
tujuan kunjungan wisatawan.
2.
Sedangkan menurut Undang-Undang
No. 9 Th. 1990 yang dimaksud dengan objek wisata adalah segala sesuatu yang
menjadi sasaran wisata, dan menurut undang-
undang menyatakan kawasan wiasta yaitu kawasan dengan luas
tertentu yang dibangun atau disediakan untukmemenuhi kebutuhan pariwisata.
3.
Menurut Oka A. Yoeti daerah tujuan
wisata dapat menarik perhatian dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, maka objek
tersebut harus memenuhi persyaratan yaitu:
a.
Somthing to see yaitu suatu
objek harus mempunyai objek wisata dan atraksi wiasta yang dapat dilihat.
b.
Somthing to do yitu objek
wisata harus mempunyai tempat wisata yang dapat memberikan kenyamanan kermah
tamahan, kepada wisatawan sehingga mereka merasa nyaman dan betah berada dan
tingal di objek wiasata tersebut.
c.
Something to buy yaitu
objek wisata harus mempunyai dan menyediakan fasilitas untuk berbelanja
(shopping), yang menyediakan soufenir-soufenir
sebagai oleh-oleh tatau cindra mata bsgi para wisatawan (1998 :109).
Dari berbagai
pendapat menurut para ahli diatas dapat disimpulkan potensi pariwisata meliputi
alam, budaya, pertanian, pendidikan, sejarah dan masyarakt sekitar. Maka
pengembagan di daerah tersebut terpengaruh dari berbagai aspek pariwisata
tersebut.
BAB III
HASIL PEMBAHASAN
A. Sejarah
Singkat Desa Wisata Brayut
Brayut merupakan
sebuah Desa Wisata yang telah berdiri pada tahun 1990 oleh Bapak Budi Utomo
adalah seorang warga brayut dan juga seorang Sarjana Ilmu Politik dari
Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang bekerja menjadi Dosen di AKINDO
dan pengajar di lembaga pendidikan Bahasa Indonesia di Turi Sleman. Murid-muri Pak Budi kebanyakan dalah orang-orang asing. Bapak Budi Utomo sering mengajak murid-muridnya untuk berinteraksi dan turut serta dalam kegiatan
masyarakat dikampunnya di Brayut, Pendowoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pada
tahun 1999 Bapak Budi Utomo mendirikan yayasan Ani-ani dirumahnya di dusun Brayut dengan tujuan untuk mengembangkan
wisata alternatif bagi orang-orang
asing. Seiring dgan benerjalannya waktu para pemuda pun berusaha dalam
mengembangkan dan mengelola desanya yang memiki berbagai potensi yang berada di
Dusun Brayut ini. Dalam mengelola dan mengembangkan desanya menjadi Desa
Wisata, peran masarakat pun sangat mendukung dengan adanya Homestay yang disediakan oleh masing-masing rumah pendududk sebagai tempat tinggal sementara bagi
wisatawan.
Melalui bimbingan
dan dukungan dari Bapak Alosius Sudarmadi selaku
pengurus Pramuwisata, yang telah memberikan penyuluhan kepada Desa Wisata
Brayut supaya lebih optimis dalam mengelola potensi yang ada, dan dari
penyuluhan tersebut dan akhirnya terbentuklah suatu kepengurusan organisasi
yang diketahui oleh masyarakat dan pemuda desanya yang menangani Desa Wisata
Brayut. Pihak pengurus pun bertekad dan berusaha untuk memajukan desanya supaya
menjadi Objek Daerah Tujuan Wisata. Sehingga pengurus berisiatif untuk
menjallin kerjasama dengan ”Tourista Anindyas Guna Tour”. Selain itu pihak
pengurus desa melakuakan promosi ke beberapa titik strategis. Presentasi yang
lumayan besar adalah ketika berasil menjalin jerjasama dengan “Pramita Tour”
milik orang Jerman.
Pada tahun 2004
pengurus desa wisata melakukan promosi dengan cara mengadakan festival kudapan
(snack) dan kuliner (menghidangkan 77
jenis makanan dari ketela) dan adanya
pertandingan bola volly, sderta mengembangkan atraksi wisata, sepatu batok,
egrang, menangkap ikan, pertanian ( membajak, tanam padi ), membatik,karawitan,
dan tarian klasik.
Desa wisata Brayut
memiliki keunikan rumah adat seperti Joglo, Limasan, Sinom, dan bentuk kampung.
Beragam rumah disini digunakan sebagai arena pertunjukan seni dan budaya. Para
wisatawan bisa memilih sendiri pertunjukan yang akan dinbikmatinya. Selain itu
beragam rumah disini juga difunsikan sebagai Homestay yang dapat diginakan sebagai tempat tinggal dasn tempat
istirahat selama liburan Anda. Tak hanya itu, pengunjung bisa belajar membatik,
menari, dan bisa menikmati sambil memasak langsung aneka makanan tradisional di
desa ini yaitu desa wisata brayut.
Desa Wisata Brayut
memiliki luwas wilayah 12 hektar dan sawah/ perkebunan. Saat ini desa wisata
brayut memiliki 150 kepala keluarga di desa tersebut dan sebagian besar
penduduknya adalah bekerja di bidang pertanian sawah. Desa wisata brayut sering
dijadikan tempat shooting perfileman sepetri filem “KAPAN KAWIN” yang
disutradarai bapak Hanung Bramantio. Desa wisata brayut masih terjaga rumah
adat dan kearifan lokal di desanya yang masih asri dan indah. Semakin jadul
semakin mahal nilai jualnya karena kearifan lokal di dersa wisata brayut ini.
Bagan 1.1: Struktur desa wisata Brayut
|
![]() |
|||||
![]() |
|||||
|
|||||
B. Potensi dan
Daya Tarik Desa Wisata Brayut
Pariwisata
merupakan salah satu sektor yang diharapkan dan diungulkan oleh pemerintah
Kabupaten Sleman, sebab pariwisata mempunyai pewran besar dalam meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disamping itu sektor pariwisata juga dapt
meningkatkan kesejahteraan masrakat. Kabupaten Sleman memilki keanekaragaman
potensi pariwisata, salah satunya adalah Desa Wisata Brayut. Desa ini merupakan
satu diantara desa wisata yang ada di sisi utara Yogyakarta yang bertepatan di
Kabupaten Sleman lebih jelasnya. Nuansa alam yang kental dan udara pedesaan
yang segar serta hijaunya hamparan persawahan di sisi pedesaan yang masih asri
terjaga yang dibutuhkan banyak orang.
Pontensi dan daya
tarik wisata yang dimiliki adalah objek wisata alam dengan dayatarik selatan
gunung merapi sebagai panorama dan udara sejulk dapat dirasakan saat belajar
bertani dan berjalan-jalan di pematang sawah. Hamparan persawahan yang hijau
serta semilirnya angin pedesaan tersebut mebuat wisatawan enggan untuk beranjak
dari sawah. Tak hanya itu desa wisata brayut mempunyai banyak kegiatan seperti
mebatik sebagai salah satu andalan yang merupakan ciri khas negri Indonesia
yang di akui seluruh dunia. Wisatawan ywng berasal dari luar kota dan turis
asing banyak memilih kegiatan- kegiatan yang berada di alam bebas, seperti
bagaimana cara peroses menanan padi sampai panen yang biasanya dilakukan oleh
masyarakat pedesaan di di desa wisata brayut.
1. Potensi dan
Kondisi Desa Wisata Bratut
Sebagian besar
pendapatan Kabuapaten Sleman adalah dari sektor pariwisata. Salah satuanya
yaitu desawiasta Brayut. Saat memasuki Desa Wisata Brayut pengunjung bisa
melihat sisi kanan dan sisi kiri sepanjang jalan menuju desa terdapat jenis
jenis rumah adat yang masih terjaga ke asrianya. Desa wisata Barayut memiliki
potensi utama yaitu wisata pertanian dan memiliki pesona alam pedesaaan selatan
gunung merapi serta keramah-tamahan penduduk saat menyambut para wisatawan
begitu menyatu dengan hangat. Kondisi Desa masih asli dengan rumah-rumah joglo
dan yang memberikan kesan begitu nyaman untuk ditempati. Karena pengunjung
selain pengunjung dapat merasakan kehidupan pedesaan, pengunjung dapat juga
merasakan keramahan penduduk selama tinggal di Desa Wisata Brayut ini. Ketika
malam tiba, pengunjung akan terhibur dengan seruan alam yang begitu syahdu
seperti suara jangkrik, belalang dan semua binatang malam yang bernyanyi.
Bahkan setelah turun hujan, kodok ngorekpun ikut bernyanyi dengan riuhnya
sehingga suasana benar-benar terasa nyaman.
Disamping itu
pengunjung juga dapat melihat proses penanaman padi dan memetik padi langsung
dari pohonya utuk dimakan, untuk dimasak dan dinikmati bersama. Di Desa ini
terdapat atraksi lain yang mendukung desa wisata ini menjadi lebih menarik
minat pengunjung yaitu adanya kesenian kuda lumping, karawiatan, pagelaran tari
yang dimainkan dari paguyuban Desa Wisata Brayut. Selan kesenian kuda lunping
dan tari juga terdapat wayang orang, ketoprak dan tari-tarian lain. Namun
kegiatan ini telah lama hilang seiring berjalannya pekembangan jaman. Tetapi
jika wisatawan menghendaki atraksi tersebut pihak pengelola bersedia untuk
menyajikannya.
a. Alam di Desa wisat brayut
Desa Wisata Brayut
memiliki potensi alam pedesaan yang sangat potensial yang untuk dijadikan objek
wisata, seperti hamparan luas sawah ladang milik penduduk yang begitu hijau
berlatar belakang pemandangankan pemandangan alam lereng gunungt merapi dan
pepohnan rindang. Sehingga banyak wisatawan yang menyukai pemandangan alam bebes
ini, sekalipun hanya berjalan-jalan di pematang sawah mrnikmati semilirnya
angin pedesaan. Biasanya pengunjung lebih tertarik untuk berwisata di alam
bebas seperti bertanui belajar menanam padi disawah atau hanya sekedar bermain
lumpur di sawah.
Di sisi lain Desa
Wiasta Brayut sendiri merupakan desa yang cukup subur dan hijau. Tidak sulit
untuk berkeliling mengitari desa karena petunjuk mudah ditemukan. Lingkungan
desa Brayut dapat diibaratkan desa dalam taman.
Sebab lahan-lahan kosong di brayut hampir semuanya di dayagunakan
menjadi tempat tumbuhnya tanaman, buah-buahan seperti mangga dan nanas dan
tumbuhan perindang. Tidak berlebihan jika dapat dideskripsikan bahwaberjalan di
desa yang di dominasi oleh rumah-rumah bentuk sinom dan joglo ini seperti keluar
dari panasnya Yogyakarta dan masuk kebawah kanopi raksasa.
Potensi alam ini
yang akhirnya dikemas menjadi salah satu
bagian dari paket wisata Desa Brayut dengan sasaran wisatawan Kota yang tinggal
ditengah keramaian dan kepadatan penduduk sehingga mereka benar-benar
membutuhkan alam terbuka dan sejuknya udara pedesaan. Tujuan dari kegiatan ini
dapat memperkenalkan wisatawan tentang keindahan alam dan betapa pentingnya
melestarikan alam ( wawancara, Alusi Sudarmadi 28 Mei 2018 ).
b. Peternakan di Desa Wisata brayut
Masyarakat di
dusun Brayut memiliki kelompok peternakan sapi yang bernama Sumber Ayu.
Swebelum adanya kandang sapi bersama , kandang ternak warga Brayut berada
dihalaman rumah masing-masing. Lokasi kandang sapi yang dipilih adfalah tanah
kas desa dengan seluas ±4000
dengan pertimbangan posisisnya yang strategis
yang sudah dijangkau oleh pemilik ternak.
Pada awalnya
Sumber Ayu mengikuti lomba dan masuk sepuluh besar tingkat nasional, kemudian
mendapat upah seratus juta untuk mengelola peternakan yang lebih terencana.
Seperti yang disampaikan oleh bapak sudarmadi selaku pengelola Desa Wisata
Brayut. “Kelompok Peternakan dulu kan, mungkin juga awal-awal di Brayut ya itu
juga pernah mengikuti lomba peternakan kelompok tingkat nasional, itu hanya
masuk sepuluh besar, hanya sepuluh besar, setelah itu dikasih upah seratus
juta, disuruh mengelola di dalam kelompok itu”.
Kandang bersama
ini tergolong lengkap dan sejahtera, terbukti adanya fasilitas yang dimiki oleh
kelompok peternakan Sumber Ayu. Di dalam kandang tersebut terdapat sumur yang
memudahkan untuk pemberian air bagi ternak, jhalan berpaving cukup lebar untuk keluar masuk pickup guna mengankut kotoran sapi atau
mengirim pangan sapi, selain itu dalam area kandang terdapat balia pertemuanuntuk
tiap bulan dengan penerangan yang cukup agar kandang dapat dijaga terutama pada
malam hari.
c. perikanan di Desa Wisata Brayut
seperti halnya
kelompok peternakan, kelompok perikanan pun membentuk kelompok yaitu Sumber
Rezaki. Lokasi kolam berada di dekat dengan peternakan Sumber Ayu, yang midah
dijangkau oleh masyarakat, dengan tujuan untuk menguntungkan kedua belah pihak,
baik dari pengelola Desa Wisata maupun dari pemilik kolam ikan.
d. Rumah Adat di Desa Wisata
Brayut
Desa Wisata Brayut
merupakan desa wisata yang masih mempertahankan rumah adatnya, hal ini
menjadikan potensi bagi Desa Wisata Brayut. Selain itu desa wisata brayut
paling banyak memiliki rumah adat yang beragam jenisnya. Hal ini dikarenakan
dahulu Dusun Brayut merupakan lokasi pemukiman tuan tanah, dapat dikatakan bah
brayut merupakan daerah elite pada
pejabat pemerintah di era sebelum kemerdekaan. Adapun bentuknya berupa rumah
joglo, sinom, limasan, pacul goang dan masih banyak lagi. Berikut peneliti
menjelaskan beberapa dari bentuk rumah adat yang ada di brayut:
1). Joglo
Rumah joglo meupakan bangunan trdisiaonal Jawa
Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, rumah joglo mempunyai kerangka bangunan
utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur
bangunan serta tumpeng sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru.
Sususnan ruang biasanya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruang pertemuan atau
bisa disebut pendhapa, ruang tengah atau ruang kegiatan, dan ruang belakang
disebut ndalem atau ruamg keluarga.
Rumah tipe ini biasanya dimiliki keluarga dengan kedududkan sosial yang tinggi
dalam masyarakat.
Sekretariat Desa
Wisata Brayut berbentuk Joglo milik Pak Martoerejo yang dulunya menjabat lurah
dan kantor lurah berterdapat di rumah Beliau. Keberadaaan kantor kelurahan di
Brayut ini memberikan sumbangsih runah-rumah tradisional bagi Dusun Brayut.
Kini rumah joglo dijadikan Sekretariat Desa Wisata Brayut, pengelola Desa
Wisata berkewajiban merawat joglo dan tidak diperolehkan untuk merubah bangunan
joglo menjadi bangunan moderen. Hal ini ditujukan untuk melestarikan rumah adat
dan dijadikan Potensi Desawisata Brayut.
2). Sinom
Sinom berarti
muda. Sinom merupakan turunan dari limasan, perbedaan sinom dengan limasan ada
pada jumlah tiang penyangga yang lebih banyak. Terdapat empat rumah yang
bertipe seperti ini di Brayut.
3). Limasan
Limasan Pacul
Goang berbentuk empat persegi panjang atau berbentuk limas. Rumah bentuk
Limasan yang sederhana terdiri dari empat buah atap bernama kajen atau cocor
serta dua buah atap yang bernama bronjong yang berbentuk jajaran genjang sama
kaki. Kajen berbentuk segitiga sama kaki seperti enam atap keong, namun
memiliki fungsi yang beerbeda. Pada perkembangan selanjutnya rumah limasan
diberi penambahan pada sisis-sisisnya yang disebut empyek emper atau atap emper.
Rumah limasan yang memakai sebuah atap emper
ter5letak pada salah satu sisi panjangnya disebut limasan pacul gowang.
Rumah tipe ini biasanya dimiliki oleh keluarga yang mempunyai strata sosial
yang terpandang dalam masyarakat. Di brayut ada 13 rumah yang bertipe seperti
ini.
4). Rumah Kampung
Tipe Rumah kampung
merupakan yang paling banyakdihuni oleh masyarakat Brayut. Rumah ini memiliki
atap di kedua belah sisidan memiliki sebuah atap penghubung di tengah banguanan
yang berfungsi untuk menyangga struktur utama atap dan sudut kemiringan atap.
Terdapat kurang lebih 32 rumah yang bertipe seperti ini di Brayut.
e. Area Persawahan di Desa Wisata Brayut
Dusun Brayut
dikelilingi oleh area persawahan yang luas dengan pola melingkar, sehingga
dijiluki warga sebagai sabuk inten, inten
berarti hasil bumi seperti padi yang mengitari dusun seperti sabuk atau
ikat pinggang. Keberadaan sabuk inten ini juga menjadi salah satu kekuatan
wisata sebagai Desa Wisata Brayut. Jarang sekali ada dusun yang benar-benar
dikelilingi sawajh. Berjalannya waktu banyak masyarakat Brayut yang mernjual
sawahnya untuk dibagi waris ataupun memenuhi kebutuhan, sawah yang dijual masih
dimanfaatkan sebagai sawah dan ada pula yang akhirnya dikinversi menjadi
bangunan.
f. Gamelan
Pemandu karawitan
dalam desa wisata brayut adalah bapak Efendi Kadaryoko. Beliau gemar dengan
musik-musik tradisional, dan mempunyai peralatan yang lengkap dirumahnya,
meliputi gong, kendang, gambang, bonang, dan saron. Dengan adanya gamelan ini
menjadikan potensi bagi Desa Wisata Brayut uyntuk menjadikan program karawitan
sebagai daya tarik pengunjung, dengan tujuan memperkenalkan budaya sendiri yang
merupakan warisan nenek moyang.
g. Homestay
Keaslian dari Desa
Wisata ini dapat kita lihat lagi pada pemukiman penduduk. Rumah yang terbuat
dari kayu yang masih sangat swederhana begitu asri untuk dipandang.
Masing-masing rumah memiliki halaman yang cukup luas dengan pepohonan yang
rindang dan pepohonanyang rindang dan hijau. Tidak hanya itu masing-masing
rumah pun memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Walaupun wisatawan hanya tinggal
dirumah penduduk, mereka dapat menikmati kenyamanan yang telah diberikan oleh
tuan rumah dan wisatawan dapat menikmati semilirnya angin pedesaaan. Biasanya
wisatawan selalu mempunyai acara khusus di rumah penduduk seperti life in yaitu sustu bentuk kegiatan bagi
wisatawan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari kehidupan sehari-hari
masyarakat pedesaan. Untuk tarif penginap tinggal bersama penduduk dan tiga
kali makan hanya dengan harga Rp. 80.000,00 / orang. Di desa Brayut ini
terdapat dua puluh lima penduduk desa yang sudah dipersiapkan untuk home stay di desa Brayut sebagai
berikut:
Tabel 1. Infentarisasi home
stay
|
No
|
Nam Pemilik
|
Kapasitas
|
|
1
|
Ibu Endang
|
6
|
|
2
|
Ibu Budi
Lestari
|
6
|
|
3
|
Ibu Supriyati
|
4
|
|
4
|
Ibu Riyanto
|
6
|
|
5
|
Ibu Indi
|
8
|
|
6
|
Ibu Tarno
Utomo
|
6
|
|
7
|
Ibu Siti
|
4
|
|
8
|
Ibu Wagiyah
|
5
|
|
9
|
Ibu Ndaru
|
5
|
|
10
|
Ibu Mujiaman
|
6
|
|
11
|
Ibu Maryono
|
6
|
|
12
|
Ibu Yani
|
6
|
|
13
|
Ibu Diyah
|
4
|
|
14
|
Ibu Martono
|
4
|
|
15
|
Ibu Narti
|
10
|
|
16
|
Ibu Sutarmin
|
6
|
|
17
|
Ibu Tari
|
6
|
|
18
|
Ibu
Sunardiman
|
6
|
|
19
|
Ibu Supiyah
|
6
|
|
20
|
Ibu Dalim
|
6
|
|
Total
|
116
|
|
(Sumber: Desa Wisata Brayut 2015)
Dari tabel di atas
adalah home stay yang sudah memenuhi
persyaratan dangan memperhatikan hal - hal sebagai berikut:
1).
Bersih
dari tempelan, coretan tembok, sarang laba-laba, debu dal lain sebagainya.
2).
Jalan masuk kamar tidur tidak sempit dan letak
tempat tidur tidak menyulitkan seorang
untuk naik dan turun. Alas kasur (sprei) dan alas bantal harus bersih,
dan sedapat mungkin didepan pintu kamar dipasang keset.
3).
Perbandingan
jumlah tamu dan kamar mandi sebanding (empat orang satu WC dan Bak Air). WC
diusahakan berbentuk jongkok untuk kelas B dan kelas A berbentuk duduk.
4).
Lantai
kamar mandi harus bersih dan tidak licin. Setiap saat harus disikat lantainya
agar tidak ada jamur ataupun lumpur yang menempel dilantai. Begitu juga dengan
bak mandi jangan sampai terdapat endapan lumpur yang mengakibatkan cacing
tinggal.
5).
Tembok
bersih tidak banyak paku atau cantelan. Cukup disediakan satu kapstok disebelah
dalam, cukup untuk manaruh handuk, celana dan baju beserta cermin kecil, lalu
sirkulasi udara dan penerangan memadai.
f. Aktrasi Wisata
Disamping kegiatan
Out Bont dan bertani, desa wisata
Brayut juga mempunyai sanggar kebudayaan dan seni. Ada kegiatan-kegiatan yang
mempunyai nilai seni dan budaya yang diselenggaran ditempat ini. Yang mana
kegiatan tersebut dengan sendirinya dapat menjadi sebuah daya tarik wisata yang
disebut sebagai aktraksi wisata. Contohnya seperti karawitan dan kuda lumping
dipaguyupan Desa Wisata Brayut yang telah berdiri pada seiringnya Desa Wisata.
Penampilan dari para pemain yang duduk beralaskan tikar pada saat pentas
membuat kesenian ini bersifat alami dan terkesan santai. Pemain kesenian karawitan
dan kuda lumping terdiri dari pemain Gamelan, Suarawati/ Sinden, dan
Waranggana. Kostum yang dikenakan oleh para pemainpun berupa pakain tradisional
Jawa seperti Blangkon dan Sorjan untuk pria, dan Kebaya untuk wanita. Kesenian
kuda lumping memakai kostum ala prajurit ditanah jawa.
Wisatawan dapat
menikmati irama Gending/ Tembang Jawa. Yang mana Gending/ Tembang Jawa ini
mempunyai keistimewaan karena berisi nila-nilai agama dan pendidikan. Disamping
karawitan wisatawan dapat juga menikmati jatilan dan tari-tarian. Hanya dengan
tarif Rp.8.000,00/ orang, wisatawan dapat juga belajar untuk menari, bermain
alat musik tradisional dan bernyanyi tembang jawa seperti Pangkur, Macapat, dan
tembang jawa lainya. Tujuan dari karawitan ini supaya wisatawan dapat mengenal
kebudayaan jawa pad umunya dan bagi wisatawan domestik sendiri diharapkan dapat
melestarikan salah satu budaya jawa.(Brosur Desa Wisata 2004).
Untuk
mengidentifikasi Potensi dan kondisi Desa Wiasata Brayut dapat digunakan
ANALISIS SWOT yaitu:
1). Kekuatan (Strength)
Kekuatan yang
terdapat di Desa Wisata Brayut ini dapat dilihat dari potensi wisata antara
lain:
a).
Terdapat
Bangker pada jaman sebelum kemerdekaan di sebelah selatan dusun Brayut. Bangker
dulunya adalah saluran pembuangan limbah pewarna pada jaman belanda dn
dipergunakan sebagai tempat persembunyain para pejuang kemerdekaan keka jaman
penjajahan.
b).
Aksesbilitas
dan sisten trasportrasi memedai dan lokasinya sangat strategis, gampang di
jangakau karena di pinggir jalan persis, serta dekat dengan objek dan desa
wisata lainya.
c).
Arsitektur
rumah jawa masih lengkap dari joglo, limasan, sinom, dan rumah kampung yang
masih terjaga keaslianya. Yang jusru menjadi karakter di dalam Desa Wisata
Brayut ini.
d).
Masyarakat
sekitar Brasyut5 masih dominan di sektor pertanian. Yang justru menjadi
kearifan lokal dalam potensi Desa Wiasta karena semakian jadul kegiatan wisata
maka nilai jual semakaian mahal.
2). Kelemahan (Weakness)
a).
Masih
minimnya ketrampilan pelayanan wisata seperti bahasa dan pemanduan wisata serta
membina bidang di bidang kesenian masih kurang, serta kesadaran warga pada
kebersihan lingkungan terutamakurangya memperhatikan kebersihan kamar manadi.
b).
Kebiasan
warga Brayut membuang sampah sembarangan karena tersan kumuh dipandang. Karena
kurang cara mememanfaatkan sampah tersebut.
c).
Infastruktur
jalan di sekitar dusun Brayut masih kurang merata. Karena di dusun Brayut blum
biasa di akses masuk kepake bus besar ke lokasi langsung (Jolo).
3). peluang (opportunities)
a).
Dijadikan
tempat pengambilan filem di beberapa stradara dan ada jg membikin sutu
pertunjukan musik, contohnya misik jass internasional pada tahun 2012 petama
kali di Yogyakarta.
b).
Kerjasama
dengan Dersa-Desa Wisata sekitar seperti Desa Wisata Tanjung, Dersa Wisata
Gabugan, Desa Wisata Pentingsari, dan teman-teman Agen Tour and Treve cabang
Yogyakarta yang Baernama ASITA ( Asosiasi Wisata Tour and Trevel).
4). Ancaman (thereats)
a).
Hujan
terlalu lebat atau cuaca alam yang kurang bersahabat kadang bisa menjadi
kendala dalam melakuakan kegiatan .
b).
Ketatnya
persaingan dengfan objek wisata yangt sejenis dan semakin beragamnya jenis
prodak wisata yang ditawarkan membuat Wisatawan banyak pilihan. (Buku Profil
Desa Wisata kabupaten Sleman 2006).
2. Kemudahan
Untuk Menjangkau desa Wisata Brayut
Desa Wisata Brayut
terletak di Dusun Brayut, Pendhowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Akses menuju obyek
wisata tidak terlalu sulit, sebab jalur Yogyakarta - Magelang banyak dilalui
bis dan ± 2 Km dari jalan Yogyakarta – Magelang kr Desa Wisata. Sedangkan dari
jarak Kabupaten ±3Km. Untuk menuju Desa Wisata Brayut bisa di akses dengan bus
pariwisata dan kendaraaan pribadi, tetapi kalo bus pariwisata diparlir di dekat
Pasturan Atau Greja kapel dan menuju desa berjalan kurang lebih 200 m.
3. Aktivitas
Pengunjung di Desa Wisata Brayut
Aktivitas
pengunjung di Desa Wisata Brayut sangat beragam. Sebagian dari wisatawan y6ang
berkunjung memiliki inisistif sendiri untuk melakukan aktivitasnya di tempat
ini. Wisata yang dapat dilaskukan wisatawan dari welcome drink yaitu pembagian homestey
dan sambutan dari penduduk setempat. Adapun aktivitasa yang dapat dilakukan
oleh para pengunjung antara lain:
a. Wisatawan dapat memilih objek wisata alam yang berupa
persawahan, perikanan, dan peternakan serta sejuknya alam pedesaan dimana para
wisatawan dapat menyaksikan atau paraktik langsung menanam padi seperti
mengolah sawah, nggaru, ngluku, derep atau
hanya sekedar berjalan-jalan menyusuri pematang sawah dengan kaki telanjang.
b. Di tempat tinggal masing-masing (home stay), wisatawan dapat melakukan live in yaitu melakukan dan mengikuti apa yang menjadi kegiatan
sehari-hari tuan rumah seperti memasak bagi wanita dan berkebun bagi laki-laki.
Dan didalam harinya biasanya wisatawan dapat menikmati atraksi wisata dirumah
joglo sweperti melihat kesenian jatilan, karawiatan dan tarian-tarian
tergantung paket yang telah dipilih oleh wisatawan.
c. Sungai yang memiliki air bersih memilikmi daya tarik tersendiri
bagfi wisatawan untuk menikmati alam bebas seperti bermain air di sungai di
dusun Brayut. Keberadaan sungai yang begitu menyatu dengan alam ternyata telah
mendapatkan tempat tersendiri dihati wisatawan. Kegiatan yang dapat dilakukan
wisatawan antara laian mencari udang, dan menangkap ikan secara tradisional.
Betapa senag dan riang bila wisatawan bisa menangkap ikan. Di Desa Wisata
Brayut ini mencari ikan tidak hanya dilakukan d isungai saja tetapi disediakan
juga kolam khusus untuk pemancingan. Kolam ikan ini dikelola oleh kelompok
perikanan perikanan dusun Brayu.
d. Disampin itu Desa Wisata Brayut juga menawarkan wisata
pendidikan Ani-ani yang dapat dilihat dan dilakukan oleh wisatawan. Jadi disini
wisatawan dapat menyaksikan cara mengolah padi menjadi beras dari p-engolahan
tanah, pembibitan, penanaman, hingga proses pemetikan padi dalam satu tempat. Selain
itu ada proses penggemukan sapi yang dimiliki oleh klompok peternakan di dusun
brayut. Dari proses perwatan kandang dan bagaina merawat merawat sapi dari
memberi pakan. Seluruh kegiatan yang bersifat mendididk ini bertujuan untuk
menambah wawasan yang mereka peroleh di bangku sekolah.
Aktivitas
wisatawaan tersebut dikemas dalam paket-paket harga yang sudah termasuk dengan
fasilitas-fasilitasnya. Wisatawan tinggal memilih untuk menikmati paket wisata
yang diinginkan. Dibawah ini beberapa cun tih dari tarif dari kegiatan yang
ditawarkanDesa Wisata Brayut:
1).
tinggal bersama pendududk (live in) di Desa Wisata tiap orang atau
siswa dengan tarif @ Rp. 80.000,-/ malam, fasilitas: Snak dan tiga kali makan.
2).
Latihan kegiatan sawah(membajak, menggaru,.
Menanam padi dan lain-lain) tiap orang atau siswa dengan tarif @ Rp. 8.000,-,
fasilitas: dipinjamin Caping dan alat sawah lainya.
3).
Belajar menari dengan tarif @ Rp. 8.000,-/
Orang
4).
Belajar Gamelan (karawiatan) dengan tarif @
Rp. 8.000,-/ Orang
5).
Belajar Membatik dengan tarif @ Rp. 20.000,-/
Orang
6).
Belajar Kerajian Janur dengan tarif @ Rp.
5.000,-/ Orang
7).
Menangkap Ikan dengan tarif @ Rp. 8.000,-/
Orang
8).
Paket
masak tradisional dengan tarif @ Rp. 8.000,-/ Orang
9).
Kenduri
(makan bersama menggunakan tumpeng) dengan tarif @ Rp. 30.000,-/ Orang
10).
Permaian Tradisional dengan tarif @ Rp.
5.000,-/ Orang.
11).
Sewa ruang ertemuan + Sound dengan tarif @ Rp.
250.000,-
4. Fasilitas
yang tersedia di Desa Wisata Brayut
Fasilitas dalam
dunia pariwisata merupakan faktor tertpenting dalam menunjang keberadaaan suatu
objek wisata demi kelangsungan kedepanya. Pihak pengelola sangat memperhatikan
tentang kelengkapan fasilitas. Sebab dengan mengutamakan fasilitas akan
menumbuhkan ras kepuasan tersendiri bagi para wisatawan yang mengunjungi bjek tersebut.
Sehingga kepuasan wisatawan tersebut akan menjadi kelangsungan dan keberhasilan
dalm perkembangan desa Wiasata.
Untuk Fasilitas
membatik, pihak pengelola menyediakan kain mori, berbagao motif gambar,
canting, serta air HCl dan nitrit yang diperlukan pada proses terakhir untuk
menajamkan gambar yang telah dilukis. Biasanya membatik ini dilakukan dirumah
joglo dipandu oleh pengelola. Sedangkan untuk bertanam padi, pihak pengelola
meyediakan sebuah kerbau ubntuk menarik garu (geluku), cangkul, dan bibit padi yang siap untuk ditanam.
Fasilitas yang
menunjang kelangsungan sebuah Desa Wisata antara lain seperti homestay,Rumah Joglo, Kolam Ikan, tempat
Oleh-oleh dan cendra mata, dan letaknya mudah dijangakau, maka dapat menjadi
faktor pendukung menarik wisatawan untuk lebih lama tinggal dan kembali lagi
untuk kedua kalinya. Misalnya proses penanaman padi wisatawan akan datang yang
kedua kalianaya untuk melihat pohon padi yamg telah ditanamnya.
C. Upaya-Upaya
yang Dilakukan Pihak Pengelola Dalam Mengembangkan Desa Wisata Brayut
Dalam upaya pengembangakan Desda Wisata
Brayut, pihak pengelola melakuykan langkah-langkah yang memgfokuskan tentang
kondisi objek pada saat ini baik fisik maupun non fisik. Adapun langkah-langah
tersebut dianataraya:
1.
Dengan
memberika skil di bidang pertanian padi seperti penanaman padi dilakukan secara
tidak serempak dengan tujuan wisata datang dalam situasi apapun baik dari
perairan sawah apar tetap ada kegiatan bersawah sehingga wisatawan tetap
berkunjung kapan saja.
2.
Merawat,
Melestarikan dan penataan lingkungan, mempertahan kan kleaslian lingkungan
supaya menjasi daya tarik wisata yang nantinya dapat memberikan pelayanan dan
kepuasan bagi wisatawan seperti menjaga kebersiahan homestay.
3.
Memberikan
pembinaan, penyuluhan, tentangf sadar wisata masyarakat dengan memberikan
pelatihan ketrampilan dan keraqjinan berbahan baku lokal seperti mebuat souvenir yang mendukung pelayanan
dibidang pariwisata.
4.
Pembangunan
sarana dan prasarana lingkingan termasuk MCK dan homestay.
5.
Membuat
paket wiasata dan mempromosaikan baik melalui media elekteronik maupun cetak.
Selain pihak
pengelola Desa Wiwata Brayut, masyarakat disekitar lokasi ikurt berperan aktif
dalam meningkatkan kunjungan wisata ke Desa Wisata Braytut. Sebab maju dan
tidaknya Desa Wisata sangat dipengaruhi oleh ketrlibatan masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung. Adapun upaya yang dilakukan masyarakat setempat
antara lain:
a.
Masyarakat
senangtiasa menyambut para wisatatawan dengan keramah tamahan dan memberikan
kehangatan supaya tercipta suasana kekeluargaan dan keharmonisan bagi wisatawan
sehingga dapat mewmberikan kesan dan pelayanan yang memuaskan.
b.
Masyarakat
ikut serta berpaeran aktif dalam menjaga kebersuhan lingkungan desa, sebagai
upaya mendukunga terwujudanya lingkungan yang bersuh rapi dan nyaman.
c.
selai
itu masyarakat juga menyediakan tempat tinggal sementara bagi wisatawan (homesatay).
D.
Kendala-Kendala Yang Dihadapi Oleh Desa Wisata Brayut
Dalam
pengembangan Desa Wisata Brayut pihak pengelola mengalami beberapa hal yamg menjadi kendala, antara lain:
1.
Keterbatasan
Sumber Daya Manusi (SDM) tentang dunia pariwisata. Kurngnya sumber daya manusia
dikarenakan minimnya pendididkan kepariwisataaa dari pihak masyarakat, sehingga
bila objek wisata tersebut tidak dikelola oleh orang-orang yang ahli dalam
bidang kepariwisataaan, maka dirasakan perkembangan dari objek wisata mengalami
kendala dan hambatan.
2.
Belum
optimalkan potensi-potensi yang ada. Padahal banyak potensi yang bisa dikemas
menjadi beragam paket acara dan dapat dinikmati dalam suatu objek secara
menyeluruh. Hal ini dapat disebabkan masih terbatasnya jangkauan dalam pengelolaan objek wisata, paket acara
yang masih perlu dikembangakan. Sehingga kurangnya variasi yang dapt ditawarkan
menimbulkan kesan monoton, kekhasan suatu daerah batau daya tarik yang sulit
dijumpai di tempat lain perlun ditonjolkan.
3.
Masih
kurang memelihara objek wisata, terbukti dengan keberadaaan yang sekarang
terawat seperti dulu, serta fasilitas-fasilitas penunjang yang masih kurang,
papan penunjuk (singn boatd) di gang dang belum diperbaharui.
4.
Penanganan
dari pihakl pengelola sudah baik tetapi dari masyarat belum sepenuhnya karena
masih bersifat suka rela (Sosial) sehingga blm bisa tararah lebih baik lagi.
Selain itu pihak pengelola masih kesulitan untuk menjadikan Desa Wisata yang
Berdaya Sains pengembangan saat ini.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Desa Wisata Brayut
Merupakan sebuah Desa Wisata yang memiliki banyak potensi utama yaitu pertanian
yang sudah dikemas dalam paket wisata yang siap untuk dijual. Desa Wisata ini
menitik beratkan pada keaslian alam dan budaya. Lingkungan pedesaan yang asli,
rapi, sejuk, dan nyamanmerupakan setiap idaman wisatawan. Dengan potensi yang
dimiliki seperti lingkungan arsitektur rumah jawa, persawahan, dan didukung
dengan fasilitas berupa akomodasi, jasa boga, atraksi wisata serta sarana dan
prasarana yang ada sudah mendapatkan tempat tersendiri bagi wisatawan.
Agar menjadi daya
tarik dan dapat dinikmati baik lokal, domestik, maupun mancanegara maka
digencarkan langkah-langkah dalam pengembanganya. Untuk itu upaya yang
dilakukan pihak pengelola Desa Wiasata Brayut terfokus pada Sumber Daya
Manusianya dengan memberikan ketrampilan dan kerajian seperti membuat souvenir sebagai oleh-oleh khas Desa
Wisata Brayut danb memberikan skill dibidang pertanian dan perkebuan seperti
cara bercocock tanam padi yang mempunyei jual yang tinggi. Selain itu upaya
pengembangan juga dilakuakan oleh masyarakat setempat, seperti masyarakat yang
ikut berperan aktif dalam menjaga kebersiahan lingkungan desa dan homestay sebagai upaya untuk mendukung
terwujudnya lingkungan yang bersih rapi dan nyaman. Adapun kesimpulan dalam
penetian tersebut:
1.
Lahan
sawah yang untuk menanam padi sering berpindah-pindah atau tidak menetap dan bisa menjadi kurang optimal dalam
daya tarik wisatawan.
2.
Kegiatan-kegiatan
yang ada di Desa Wisata Brasut masih da yang monoton perlu banyak pengembangan
lagi.
3.
Pihak
pengelola masih mengalami kendala dalam proses pengembangan Desa Wisata seperti
pengelolaan yang belum optomal, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Namun
pihak pengelola tetap berusaha dengan memberikan penanganan yang terbaik guna
perkembangan DesaWisata Brayut.
B. SARAN
Pada akhir penelitian ini penulis penulis
menyarankan kepada pihak pengelola DesaWisata Brayut pada khususnya agar terus
maju dan berusaha untuk menjaga dan mengembangakan potensi wisata yang
ada,kaarena potensi tersebut dapt menarik mianat wisatawan untuk terus
berkunjung. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu:
1.
Hendaknya
pihak pengelola menyediakan lahan khusus
yang dapt digunakan untuk menenem padi, sehingga wisatawan bisa datang untuk
yang kedua kalinya untuk melihat apa yang telah ditanamnya dahulu.
2.
Untuk
pihak pengelola hendaknya sering memperbaharui kegiatan-kegiatan yang terkini (updated) di media cetak, media
elektrinik yang sekarang lagi ngetren
dikalangan remaja. Sehingga dengan adanya promosi akan lebih meningkatkan
pendapatan dari objek itu sendiri.
3.
Untuk
meningkatkan sumber daya manusia hendaknya pihak pengelola menambah tenaga ahli
dan melakukan bimbingan penyuluhan mengenai dunia pariwisata. Secara perlunya
menindak lanjuti kritik maupun saran dari para pengunjungyang mengharapkan
beberapa fasilitas pendukung di Desa Wisata Brayut.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. Suharini. 1998. Metodelogi
Penelitian Sosial. Yogyakarta: Liberity.
AS.Horenby. 1986. Oxfrd
Anvace d Learner’ Distonary Of Current.England.
Burkat. Medik. 1981. Tourism:
Past, Presebt and Future. London: United Kingdom.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 2006. Suatu Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Sleman. Yogyakarta.
Yogyakarta.
James. J.Spilane. 1987. Ekonomi
Pariwisata. Yogyakarta: Kanisius.
Kodhyat. 2011. Cara Memahami
dan Mengembangakan pariwisata Indonesia.
Jakarta: Kementrian Kebudayaan dan pariwisata.
Happy Mapung. 2002. Pengetahuan
Kepariwisataan. Bandung: Alvabeta.
Mcltost,Rw. 1980. Tourism:
Prociples, Practices, Philosophies. USA: Grid IncOhio.
Moh.Nazir. 1988. Metode
Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Musannef. 1996. Manajemen
Usaha Pariwisata di Indonesia. Jakarta: Toko Gunung Agung.
Norval. 1966. Devinisi
Pariwisata. Jakarta: Angkasa.
Oka A. Yoeti. 1985. Pengantar
Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.
Salah Wahab. 1989. Managemen
Kepariwisata. Jakarta Pradya Pramita.
http://desawisatabrayut.wordpress.com.
Diakses tanggal 25 Mei 2018, Jam 13:06 WIB.
http://goo.gl/images/YmqsMY.
Diakses tanggal 04 Juli 2018, Jam 11:28 WIB.
http://goo.gl/images/BD6f9V.
Diakses tanggal 04 Juli 2018, Jam 11:20 WIB.

Gambar 1.1 Peta Pariwiasata DIY

Gambar 1.2 Peta
Desa Wisata Kabupaten Sleman

Gambar 1.3 Peta
Desa Wisata Brayut

Gambar 1.4 Joglo
Utama dan Sekretariat DesaWisata Brayut

Gambar 1.5
Pintu Masuk Desa Wisata Brayut

Gambar 1.6
Kegiatan persiapan ke sawah

Gambar 1.7
kegiatan di sekitar pematang sawah

Gambar 1.8
kegiatan membajak sawah dengan kerbau

Gambar 1.9
latian tarian tradisional


Gambar 1.10
kegiatan menanam padi

Gamabar 1.11
Armada kereta Andong Desa Wisata Brayut

Gambar 1.12
kegiatan mandi di sungai

Gambar 1.13
Mencari Ikan di Sungai

Gamabar 1.14
Alat permainan dakon

Gambar 1.15
Logo Desa Wisata Brayut
CURICULUM VITAE
A.
Biodata
Diri
1.
Nama:
Kusworo
2.
Tempat,
Tanggal Lahir: Cilacap, 09 Oktober 1994
3.
Jenis
Kelamin: Laki-Laki
4.
Agama:
Islam
5.
Alamat:
Karanggintung Rt:03 Rw:02, Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah (53254)
6.
Alamat
Tinggal: Padasan Rt:29, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta (55582)
7.
No.
Hp/WA: 085319572001 / 085601008688
B.
Riwayat
Pendidikan
Pendidikan
formal:
1. Tk Pertiwi
Karanggintung :
Lulus tahun 2001
2. SDN 02
Karanggintung :
Lulus tahun 2007
3. SMP PGRI
06 Gandrungmangu 02 : Lulus tahun 2010
4. SMA
Muhammadiyah 01 Pakem :
Lulus tahun 2015
5. POLITEKNIK
“API” YOGYAKARTA : Sampai sekatrang
Pendidikan Non
Formal:
Ø PP/PA AL-Hakim Sinar Melati 2
Ø Akuntansi Perkantoran Magisra Utama Yogyakarta
Ø KHURSUS BARBER SHOP LAZIS UII

